ada banyak orang protestan mengatakan bahwa term ecclesia reformata semper reformanda merupakan trademark protestantisme. mereka lazimnya merujuk pada tulisan gisbertus voetius (1589-1676), yg aslinya berbunyi ecclesia reformanda quia reformata (gereja harus diperbarui karena sudah diperbarui). sebenarnya pandangan ini kurang tepat, karena term semper reformanda sebenarnya berakar jauh dalam tradisi katolik sebelumnya. bukan ecclecia reformata tapi semper reformanda atau ecclesia semper reformanda.

gereja katolik selalu mengklaim bahwa ecclesia semper reformanda (gereja selalu diperbarui) selalu harus didampingkan dengan klaim lain ecclesia semper eadem (gereja selalu sama). ketika keduanya disatukan akan muncul pemahaman yang agak berbeda dari yg dipaparkan voetius. dengan kedua term itu gereja katolik ingin menegaskan bahwa gereja sekaligus sama sekaligus diperbarui. pembaruan berarti pemurnian (semper purificanda).

ada poin penting dari klaim gereja katolik yang harus digumuli oleh orang-orang protestan, karena term ecclesia reformata (gereja yang sudah diperbarui) bisa mengakibatkan keterputusan total dari gereja segala abad.

[diedit dari sebuah posting ke sebuah milis]

One Response to “ecclesia reformata semper reformanda”
  1. Mariani Sutanto says:

    Yang nulis semper-semperan koq nggak muncul-muncul di Yogya ya? Waktu dines ke purwareja klampok, kami lewat di waduk sempor. Langsung diplesetin semper. Keinget deh sama postingan ini, lalu saya bilang semper reformanda kali yak? Jadi tegesnya semua jadi inget pak joas, ha…ha…ha…

Leave a Reply