agaknya gereja-gereja protestan pada umumnya masih terus menerima sola scriptura, sekalipun kadar penerimaannya mungkin berbeda-beda. secara umum diterima bahwa alkitab dikanonisasi oleh gereja yang telah memiliki tradisi sebelumnya. kanon alkitab pada tingkat tertentu bisa dikatakan lahir dari rahim tradisi.
harus diingat bahwa ketiga sola dalam protestantisme lahir untuk menjawab situasi real saat itu, bukan untuk menjawab *berapa* sumber otoritas yang harus diterima. dalam pengertian itu sola scriptura dipakai untuk menegaskan bahwa norma yang tertinggi dalam hidup kristiani adalah alkitab. bukan tradisi gereja saat itu.
kalau soal berapa sumbernya, sering dikatakan bahwa kekristenan selalu mengenal empat sumber utama (theological quadrilateral, kata orang2 methodist): alkitab, tradisi, akalbudi dan pengalaman. mereka yg menerima sola scriptura dan masih tetap mengakui tradisi mengatakan bahwa alkitab adalah “norma yang mengukur tapi tidak diukur oleh norma lain” (norma normans sed non normata). sedang ketiga norma lain adalah “norma yang mengukur tapi diukur oleh norma lain (yaitu alkitab)” (norma normans normata). saya sendiri mempercayai bahwa keempat-empatnya harus dianggap sebagai “norma normans normata” dan kristuslah yang menjadi “norma normans non normata”
namun, selain itu, perlu juga dibedakan antara traditio (proses utama penurunalihan sejak awal) dan traditum (isi yang diturunalihkan). agaknya sola scriptura dipakai oleh para reformator untuk menolak traditum gereja katolik saat itu, bukan untuk menolak traditio secara umum, yang diturunalihkan sejak dan oleh bapa-bapa gereja. singkatnya, penerimaan terhadap sola scriptura tidak sama dengan mengatakan: nulla traditio (tanpa tradisi).
lebih dari itu, sebenarnya menurut saya tak cukup hanya tiga sola. karena dalam berbagai bidang lain kita tetap membutuhkan sola-sola lain: sola pneuma, sola ecclesia, sola trinitas, sola spe, solus mundus, dll … bergantung hal apa yg tengah dibahas. misalnya, kalau kita bicara perihal apa yg menyelamatkan kita, ya solo christo. dan harus menolak sola scriptura, karena alkitab tidak menyelamatkan. jika bicara soal allah macam apa yg kita bicarakan kita meyakini sola trinitas dan menolak solo christo, karena akan menjebak kita pada christomonisme. dst …
[diedit dari posting ke sebuah milis]
