Warning: copy() [function.copy]: Filename cannot be empty in /home4/icfbosto/public_html/joas/wp-content/plugins/mytube/mytube.php on line 220
kurang dua bab lagi disertasiku rampung. tepatnya, tiga bab lagi, beserta bab penyimpul sekian halaman yang tentunya tak terlalu sukar. namun dua bab terakhir sungguh menyulitkan. rasanya tak ada kekuatan yang tersisa. aku sudah mulai tua rupanya. dan anak terkecilku masih delapan bulan. setiap hari, saat paling nyaman untuk menulis adalah setelah semua penghuni rumah nyenyak. dan aku mampu menulis dengan sangat nikmat hingga sekitar pukul empat pagi. namun setelah berbulan-bulan, remuk juga badan ini rasanya. ngilu dan letih.
dua bab terakhir menjadi pusat seluruh disertasi. yang mau kurumuskan adalah sebuah teologi agama-agama yang berporos pada nosi perichoresis, sebuah gagasan para bapa gereja perihal persekutuan ilahi allah tritunggal: unity-in-communion, sebuah tarian ilahi, di mana seluruh makhluk diundang untuk ikut menari di dalamnya, tanpa kehilangan jati diri dan keunikan. tentu: apa yang tertuang tak sesederhana ini. namun, kerumitan yang kerap menyenangkan untuk diselami ini lebih-lebih dikarenakan imaji perichoresis yang pada dirinya sarat dengan letupan kemungkinan imajinatif. melaluiny–ini gagasan utamaku–kita dimungkinkan untuk merayakan hidup yang berpusat pada sang tiga-esa itu sambil mengintip kemajemukan agama-agama tanpa tendensi untuk membingkai mereka ke dalam sebuah potret kaku doktrinal. perichoresis ilahi memungkinan sebuah imaginative glimpse.
perichoresis juga sebuah imaji yang mengejutkan karena allah yang menari dalam tarian kosmis mengitari chora, sebuah dimensi unik yang dalam filsafat plato ternyata menjadi sebuah pengganggu sistem berfilsafatnya. the perichoretic theology of religions yang kugagas juga berupaya menyuguhkan sosok tarian ilahi yang menghadirkan allah tak lagi sekedar sebagai sebuah being-itself yang bertutur-kata dengan non-being, namun allah yang merupakan sebuah kemungkinan: the god who may be, or the possible god. sang-mungkin (posse) lantas menjadi sebuah ranah baru untuk menyapa allah yang layak dikunjungi, yang memberi banyak kekayaan luhur dibanding allah sebagai sang-ada (esse).
ah, maafkan celotehanku ini. aku hanya letih saja bersolilokui menyongsong fajar setiap hari. kini, “aku mau membangunkan fajar!” (maz. 57:8)

March 26th, 2008 at 10:45 am - Edit
koh Yoas memang bener2 tambah tua …pikiran boleh luar biasa tetapi smuanya itu juga berpulang pada badani juga
apa masih jadi seporrrrrr…alias masih ngrokok …memang sich rokok bisa stimulasi otak tetapi mengerakkan saluran2 darah….oh ya jangan lupa cek TAT (kekentalan darah) habis saya sembuh dari sakit yang menahun cuma gara2 darahnya kental ….karena jarang olah raga dan tidak makan buah juga ..siapa tahu bermanfaat
RACHMAT
(penggagummu ) he he
March 31st, 2008 at 4:41 am - Edit
Hai Pak, selamat! Perjuangan udah tinggal 2 bab. Buset Pak, saya sih deg-degan kalo jadi Anda. Cendili di pagi buta. Kalo ngeblog sih bisa tahan, kalo nyusun yang berat-berat, mban-mban kamsiah deh, ha…ha….
March 31st, 2008 at 4:48 am - Edit
Ngobs nih ya pak, yang nari ini Allah apa Didik Nini Thowok, guru narinya Jessie? Terus terang rada mumet baca thesisnya, gimana ya supaya bisa ngarti. Ups, ini bukan peer, cuma tanya dari orang awam aja. Maju terus, keep fighting and never…never…give up!
May 14th, 2008 at 6:42 pm - Edit
Maju terus! Saya termasuk yang berdoa: “kiranya kau selalu sehat dan disertasimu cepat selesai!”
June 3rd, 2008 at 2:28 pm - Edit
dulu aku pernah menulis sebuah artikel dengan judul :sadhana devi:, dan tuhan pun menari. dari tadi sudah setengah jam aku membongkar arsip, tapi belum ketemu juga. nanti aku kirim padamu.
hei, jangan lupa kirimi aku 1 copy disertasimu nanti, ya.
muna
November 15th, 2009 at 4:43 am - Edit
oh, i love the dancing-in-unity…
oh, i love richard kearney’s god who may be
oh, i cant wait to read your dissertation if that’s possible