<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: The Hybrid Joas</title>
	<atom:link href="http://joas.berteologi.net/archives/84/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://joas.berteologi.net/archives/84</link>
	<description>:: joas adiprasetya ::</description>
	<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 08:15:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
		<item>
		<title>By: Rico</title>
		<link>http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-353</link>
		<dc:creator>Rico</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 22:20:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-353</guid>
		<description>Halo kak.. lama gak mampir ke ruang tulisan kakak nih.. hheehhe.. hm.. iya sih... beberapa tahun yang lalu aku juga mulai melihat diriku sebagai campuran dari berbagai tradisi dan pemikiran teologi yang pernah ada, beberapa di antaranya ada di sebuah ujung dari sebuah polarisasi, ada yang berada di tengah-tengah :D.. untung dulu Filsafat Timur aku diajar kakak.. jadi kini punya sedikit keberanian untuk menerima berbagai campuran sebagai yang inheren dalam diriku sekaligus berani melihat kemungkinan bahwa ke depan campuran tersebut pun mengalami perubahan.. hehehe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo kak.. lama gak mampir ke ruang tulisan kakak nih.. hheehhe.. hm.. iya sih&#8230; beberapa tahun yang lalu aku juga mulai melihat diriku sebagai campuran dari berbagai tradisi dan pemikiran teologi yang pernah ada, beberapa di antaranya ada di sebuah ujung dari sebuah polarisasi, ada yang berada di tengah-tengah :D.. untung dulu Filsafat Timur aku diajar kakak.. jadi kini punya sedikit keberanian untuk menerima berbagai campuran sebagai yang inheren dalam diriku sekaligus berani melihat kemungkinan bahwa ke depan campuran tersebut pun mengalami perubahan.. hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rudy rahabeat</title>
		<link>http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-230</link>
		<dc:creator>rudy rahabeat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 16:51:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-230</guid>
		<description>Beta senang dengan 'gaya' Bung Yoas yang 'melintas'. Inikah wajah Teologi Protestan kita di Indonesia hari ini. Mungkin ini rute yang harus kita susuri, meski agak melingkar, tapi kalau kita sabar dan tekun, pasti ada temuan-temuan yang original dan kreatif. Beta setuju dengan 'nubuat' Pak Eka Darmaputera, bahwa Bung Yoas dan Bung Martin Sinaga dan tentu ada lain yang nyusul adalah teolog-teolog yang menjanjikan. Semoga tetap progres dan memberi warna serta arah bagi Teologi Protestan di Indonesia yang sepeti sedang kehilangan arah. Jabat erat dari Beta, rudy rahabeat di fajar Timur Indonesia, Tanah Maluku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Beta senang dengan &#8216;gaya&#8217; Bung Yoas yang &#8216;melintas&#8217;. Inikah wajah Teologi Protestan kita di Indonesia hari ini. Mungkin ini rute yang harus kita susuri, meski agak melingkar, tapi kalau kita sabar dan tekun, pasti ada temuan-temuan yang original dan kreatif. Beta setuju dengan &#8216;nubuat&#8217; Pak Eka Darmaputera, bahwa Bung Yoas dan Bung Martin Sinaga dan tentu ada lain yang nyusul adalah teolog-teolog yang menjanjikan. Semoga tetap progres dan memberi warna serta arah bagi Teologi Protestan di Indonesia yang sepeti sedang kehilangan arah. Jabat erat dari Beta, rudy rahabeat di fajar Timur Indonesia, Tanah Maluku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yoga Praditya Simson</title>
		<link>http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-207</link>
		<dc:creator>Yoga Praditya Simson</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 03:49:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-207</guid>
		<description>Terima Kasih Pak, ini pencerahan buat saya.. 

Saya mungkin bisa dikategorikan ekumenis. Saya sendiri anggota GKI yang meyakini (atau setidaknya berusaha untuk..) dan mengerti misteri Ilahi yang positif: mengapa seolah gereja itu terpecah-pecah. Mengapa Katolik merasa benar dan mengapa Protestan merasa tidah kalah benarnya. Mengapa gereja Kristen A harus berpisah dari B. Mengapa dengan pertimbangan Teologi tertentu, si A pindah ke gereja B. Dst...

Menarik menyinggung point yang bapak kemukakan mengenai 'spiritual endeavour'..unfinished Christian...perjalanan yang melelahkan. Saya kira sepanjang kita hidup, Kebenaran (Truth) itu akan senantiasa berbicara ke kita...The X-Files is right after all: The Truth is out there... Alkitab itu benar, tapi jika tanpa dihadapkan pada realitas di luar sana kita tidak akan menemukan kebenaran itu sama sekali. Dan satu hal.. saya kira man cannot always handle such Truth.. terkadang Kebenaran itu MASSIVE sekali...susah dicerna..dan butuh bertahun-tahun doa dan perenungan untuk bisa mengerti. Saya kira ini manusiawi sekali..makanya kita butuh Kristus..pertolongan Allah.

Kembali ke dunia di luar sana. Kenyataannya tidak banyak orang Kristen yang mau dan rela demokratis seperti bapak. Apa yang tampak di permukaan dimana seolah-olah gereja A benar karena memang sesuai dengan Alkitab, tidaklah lebih dari klaim arogan dimana anugerah keselamatan yang menjadi inti gereja malah menjadi komoditas untuk melayakan interpretasi injil yang tertutup, sangat inward looking, ignorrant dan self-centered...dan ujung2nya malah menjadi bensin untuk api yang kini meredup namun telah menyala sejak hari pertama gereja mulai terpecah-belah secara fisik..   

Ah saya masih pusing...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima Kasih Pak, ini pencerahan buat saya.. </p>
<p>Saya mungkin bisa dikategorikan ekumenis. Saya sendiri anggota GKI yang meyakini (atau setidaknya berusaha untuk..) dan mengerti misteri Ilahi yang positif: mengapa seolah gereja itu terpecah-pecah. Mengapa Katolik merasa benar dan mengapa Protestan merasa tidah kalah benarnya. Mengapa gereja Kristen A harus berpisah dari B. Mengapa dengan pertimbangan Teologi tertentu, si A pindah ke gereja B. Dst&#8230;</p>
<p>Menarik menyinggung point yang bapak kemukakan mengenai &#8217;spiritual endeavour&#8217;..unfinished Christian&#8230;perjalanan yang melelahkan. Saya kira sepanjang kita hidup, Kebenaran (Truth) itu akan senantiasa berbicara ke kita&#8230;The X-Files is right after all: The Truth is out there&#8230; Alkitab itu benar, tapi jika tanpa dihadapkan pada realitas di luar sana kita tidak akan menemukan kebenaran itu sama sekali. Dan satu hal.. saya kira man cannot always handle such Truth.. terkadang Kebenaran itu MASSIVE sekali&#8230;susah dicerna..dan butuh bertahun-tahun doa dan perenungan untuk bisa mengerti. Saya kira ini manusiawi sekali..makanya kita butuh Kristus..pertolongan Allah.</p>
<p>Kembali ke dunia di luar sana. Kenyataannya tidak banyak orang Kristen yang mau dan rela demokratis seperti bapak. Apa yang tampak di permukaan dimana seolah-olah gereja A benar karena memang sesuai dengan Alkitab, tidaklah lebih dari klaim arogan dimana anugerah keselamatan yang menjadi inti gereja malah menjadi komoditas untuk melayakan interpretasi injil yang tertutup, sangat inward looking, ignorrant dan self-centered&#8230;dan ujung2nya malah menjadi bensin untuk api yang kini meredup namun telah menyala sejak hari pertama gereja mulai terpecah-belah secara fisik..   </p>
<p>Ah saya masih pusing&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel Zacharias</title>
		<link>http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-201</link>
		<dc:creator>Daniel Zacharias</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 12:02:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-201</guid>
		<description>Bagus ... bagus ... dan bagus!

DZ</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus &#8230; bagus &#8230; dan bagus!</p>
<p>DZ</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Richel Michael</title>
		<link>http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-133</link>
		<dc:creator>Richel Michael</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 09:51:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-133</guid>
		<description>Salam Damai dalam Yesus!

Apa kabar Pak Joas? (Hope u'll have a nice X'mas Eve there!!)

Saya RICHEL,
Mahasiswa Teologi UKDW YOGYA,Sinode GKI Jawa Tengah...Saat ini sedang menyusun Skripsi -setelah tertunda2 sekian lama-).

Ikut "nimbrung" di BLOG Pak Joas, terus terang baru sekarang...isinya MENARIK juga..!

Untuk saat ini saya  tidak 'comments' trhadap 'Hybrid of Joas'...tapi saya malah mau bertanya (karna bingung juga nih kalau mau tanya lewat kolom sebelah mana...).


Pak, sebetulnya ada atau tidak sih pengaruh dari Gerakan Oikumene (Global) terhadap Gerakan Fundamentalisme Kekristenan di Amerika Serikat 
(konteks tahun 1950-an, keduanya khan momentumnya hampir bersamaan).

Seperti kita tahu bahwa Gerakan Oikumene mengupayakan keterbukaan, kerjasama, dialog antara denominasi Kekristenan, antara pemeluk agama berlainan bahkan di antara 'ALL CREATURES'...
Sedangkan Gerakan Fundamentalisme Kekristenan di Amerika pada saat itu cenderung untuk bersikap tertutup, anti kerjasama dan dialog....

Kalau memang ada literatur/referensi yang membahas 'komplit' tentang hal itu...
Please Pak Joas berkenan untuk 'send an e-mail ke saya :

r1ch3l@yahoo.com

THANX a LOT!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Damai dalam Yesus!</p>
<p>Apa kabar Pak Joas? (Hope u&#8217;ll have a nice X&#8217;mas Eve there!!)</p>
<p>Saya RICHEL,<br />
Mahasiswa Teologi UKDW YOGYA,Sinode GKI Jawa Tengah&#8230;Saat ini sedang menyusun Skripsi -setelah tertunda2 sekian lama-).</p>
<p>Ikut &#8220;nimbrung&#8221; di BLOG Pak Joas, terus terang baru sekarang&#8230;isinya MENARIK juga..!</p>
<p>Untuk saat ini saya  tidak &#8216;comments&#8217; trhadap &#8216;Hybrid of Joas&#8217;&#8230;tapi saya malah mau bertanya (karna bingung juga nih kalau mau tanya lewat kolom sebelah mana&#8230;).</p>
<p>Pak, sebetulnya ada atau tidak sih pengaruh dari Gerakan Oikumene (Global) terhadap Gerakan Fundamentalisme Kekristenan di Amerika Serikat<br />
(konteks tahun 1950-an, keduanya khan momentumnya hampir bersamaan).</p>
<p>Seperti kita tahu bahwa Gerakan Oikumene mengupayakan keterbukaan, kerjasama, dialog antara denominasi Kekristenan, antara pemeluk agama berlainan bahkan di antara &#8216;ALL CREATURES&#8217;&#8230;<br />
Sedangkan Gerakan Fundamentalisme Kekristenan di Amerika pada saat itu cenderung untuk bersikap tertutup, anti kerjasama dan dialog&#8230;.</p>
<p>Kalau memang ada literatur/referensi yang membahas &#8216;komplit&#8217; tentang hal itu&#8230;<br />
Please Pak Joas berkenan untuk &#8217;send an e-mail ke saya :</p>
<p><a href="mailto:r1ch3l@yahoo.com">r1ch3l@yahoo.com</a></p>
<p>THANX a LOT!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andre</title>
		<link>http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-128</link>
		<dc:creator>andre</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 03:48:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-128</guid>
		<description>wah....dalem amat nih hehehe.....saya ga ngerti mas, tapi saya pikir, memang seseorang tidak bisa kaku di satu titik, tp harus mengambil hal2 yang baik dan diterapkan, mungkin hal yang sama bisa diterapkan dalam teology (?)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah&#8230;.dalem amat nih hehehe&#8230;..saya ga ngerti mas, tapi saya pikir, memang seseorang tidak bisa kaku di satu titik, tp harus mengambil hal2 yang baik dan diterapkan, mungkin hal yang sama bisa diterapkan dalam teology (?)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel Simanjuntak</title>
		<link>http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-125</link>
		<dc:creator>Daniel Simanjuntak</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 13:37:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-125</guid>
		<description>Ditengah-tengah kehidupan berteologi yang serba atau A atau B atau C, Pak (semoga saya tidak disuruh minta maaf lagi) Joas memberikan alternatif yang lebih mengena. kenapa tidak ambil sedikit A, sedikit B, dan sedikit C sesuai porsinya masing-masing? Dengan begini kehidupan berteologi tidak akan pernah kering dan pencarian kebenaran tidak akan pernah berhenti pada satu titik. 

dsimanjuntak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ditengah-tengah kehidupan berteologi yang serba atau A atau B atau C, Pak (semoga saya tidak disuruh minta maaf lagi) Joas memberikan alternatif yang lebih mengena. kenapa tidak ambil sedikit A, sedikit B, dan sedikit C sesuai porsinya masing-masing? Dengan begini kehidupan berteologi tidak akan pernah kering dan pencarian kebenaran tidak akan pernah berhenti pada satu titik. </p>
<p>dsimanjuntak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: davis arifin</title>
		<link>http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-109</link>
		<dc:creator>davis arifin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 01:57:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://joas.berteologi.net/archives/84#comment-109</guid>
		<description>menggugah sekaligus menyentil. saya setuju dgn pak joas. liberal bukan berarti kebablasan, namun dinamis - dinamis untuk bertumbuh. sama seperti Kristus yg berdinamika untuk menyelamatkan kita - Ia tidak kaku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menggugah sekaligus menyentil. saya setuju dgn pak joas. liberal bukan berarti kebablasan, namun dinamis - dinamis untuk bertumbuh. sama seperti Kristus yg berdinamika untuk menyelamatkan kita - Ia tidak kaku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
