Anda bisa bayangkan betapa sukarnya memotret seorang anak berusia dua tahun dalam posisi tegak dan tenang. Itu yang saya alami ketika harus membuat paspor untuk Dio. Belasan kali pengambilan gambar selalu gagal. Berikut ini kompilasi foto-foto gagal Dio, yang mungkin menarik dibagikan.

5 Responses to “Pas Foto Dio”
  1. Mariani Sutanto says:

    Waduh Dio, tante naksir foto no 8 tuh, yang lagi melet. Haus ya? Salam buat mami, papi, kakak dan dede yang sebentar lagi mau liat dunia amrik ya.

  2. Poorboy says:

    Kok apik anake timbang bapake yo…?

  3. Rudy Bingtjoro says:

    Menurut standar per-paspor-an sih itu dibilang “foto gagal”, tapi menurut saya, itu foto-foto yang bagus dan lucu-lucu. Dan benar, itu foto2 yang menarik untuk dibagikan…

  4. Kadarmanto says:

    Joas,
    Wah imut banget tuh si Dio.
    Apa kabar? Summer ini pulang ke Jakarta?
    Sampai di mana studinya?
    Kapan-kapan saya kunjungi lagi blog anda.

    Salam buat anda sekeluarga.
    dr: Kadarmanto dan Ruth.

  5. cornell says:

    AAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!! DIo buat aku ajaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! naksirrrrr beraaaaaaaaaaaaattttttttttttttt aaaaaarrrrgggghhhhhhhhhhhhh (triak2 ky liat boyband2 korea)

Leave a Reply