Seperti yang sudah menjadi kebiasaan baruku setelah Sofie harus istirahat total untuk menjaga kandungannya, sore ini aku belanja ke supermarket Asia (Super88). Entah kenapa aku beli dua ekor kepiting karang hidup yang besar. Sudah begitu lama kami tak membeli kepiting, selain karena harganya yang mahal, aku dan Sofie juga alergi kepiting. Sore itu aku ingat Lito, yang paling doyan makan kepiting.
Di rumah kumasak dua ekor kepiting itu dengan saos tiram. Lito yang menikam ulu kepiting malang itu dengan pisau besar. Tahun lalu dia masih menjerit-jerit ketika melihat aku melakukannya. Ini mungkin bagian dari proses pendewasaan.
Bau kepiting yang dimasak dengan saos tiram begitu menggiurkan. Setelah itu sibuklah Lito dan ibuku menyantap kepiting lezat itu. Ibuku cuma kebagian setengah ekor dan satu setengah ekor dihabiskan Lito.
Malamnya langsung kubuat jelly rasa jeruk kesukaan Dio dan Lito. Bahagia rasanya bisa menyenangkan hati anak. Lantas kuingat cerita ibuku saat aku masih sekolah di Yogya. Satu kakakku kuliah di Yogya dan satu lagi di Salatiga. Mami dan Papi harus mengirit luar biasa, setelah membagi uang yang diterimanya sebagai pendeta kepada ketiga anaknya. Masing-masing mendapat sesuai kebutuhan, namun amat minim.
Suatu kali dia harus ke Yogya bersama dengan temannya. Di daerah bunderan Stadion Kridosono, mereka melintasi Bakso Kridosono yang terkenal itu. Papi melihat anak-anak sekolah yang jajan di warung bakso itu. Dan ia pun menangis … karena mengingat bahwa anak-anaknya tentu tak bisa jajan seperti anak-anak sekolah yang dilihatnya itu.
Aku bisa merasakan kepiluannya. Perih tentu rasanya bila tak bisa menyenangkan hati anak. Namun, semoga Papi bisa merasa bahagia kini, karena kepiluannya membuatku begitu menghargainya.

March 31st, 2007 at 3:46 am - Edit
“Bahagia rasanya bisa menyenangkan hati anak.”
“Perih tentu rasanya bila tak bisa menyenangkan hati anak.”
———–
Saya terharu membacanya…
Kadang, saya juga tidak tahu, apakah bulan depan saya masih bisa membelikan susu buat anak saya, Lovia. Saya hanya bisa berusaha… Usaha yang diiringi tetesan air mata di malam hari tatkala semua orang sedang tertidur.
March 22nd, 2008 at 6:20 pm - Edit
kaget juga melihat sesuatu dr perspective yg berbeda; perspective seorg ayah. krn sebelum seorang anak jadi orang tua, apa yg dia lihat berbeda dg apa yg orang tua lihat. nice writing. it touches me.