Saya punya definisi baru tentang fundamentalisme. Ia adalah “sebuah penolakan atas keindahan sang liyan.” Definisi ini saya peroleh dengan sederhana saja, yaini lewat pergaulan maya di beberapa milis. Sikap-sikap fundamentalistik amat kuat tercermin dalam tulisan banyak orang. Intinya satu: hidup, pikiran, keyakinan orang lain dipandang bukan lagi sebagai sesuatu yang indah dan mempesona, namun sesuatu yang trivial, atau malah mengancam, dan karenanya perlu dihancurkan. Bila sesama mampu dipandang dengan pesona, maka selalu akan muncul rasa enggan untuk melukai mereka. Tatkala bersentuhan dengan sesama, mereka menjadi sebuah entitas yang penuh kedalaman dan sacred. Lantas, selalu muncul apa yg oleh Buber disebut ontology of the between … ruang antara kita dan sesama menjadi ruang-kudus, yang memunculkan rasa tak tega untuk menodai dan melangkahinya. Maka, sikap fundamentalis amatlah kerontang. Kering, tak menyegarkan dan membuat tak kerasan mereka yang ada di sekitarnya. Karena itu, fundamentalisme tak pernah tidak berbahaya.

October 30th, 2006 at 1:41 am - Edit
wah…indah sekali blognya Pak Pendeta…
Isinya mungkin bisa semakin banyak…
salam
~simson~